LAPORAN PRAKTIKUM
HAMA DAN PENYAKIT IKAN
MODUL : BAKTERI
DOSEN : MULIATI, S.Pi, M.si
LABORAN : SENIATI, S.Pi
A.
BESSE A.Md.Pi
OLEH : KELOMPPOK B3
OLEH
KELOMPOK III B
1.
FIRDAUS
2.
ANDI PAMESSANGI
3.
ROSMA
4.
SULEMAN
5.
MANSYUR
6.
ANDI AKSAN
JURUSAN
BUDIDAYA PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN
NEGERI PANGKEP
2011
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Bakteri merupakan satu sel tunggal atau
uniseluler, tidak mempunyai kloropil,berkembang biak dengan cara pembelahan sel
atau binner.karena tidk mempunyai klorofil,bakteri hidup sebagai saprofit atau
sebagai jasad yang parasitic tempat hidupny6a tersebar dimana – mana,mulai dari
udara,dalam tanah,air pada bahan makanan,tumbuhan ataupun pada tubuh manusia
dan hewan.Bakteri
juga merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas
dibandingkan mahluk hidup yang lain .Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang
hidup di darat hingga lautan dan pada
tempat-tempat yang ekstrim.Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada
pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan
mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot
serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
v Ciri-ciri
Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
1.
Organisme
multiselluler
2.
Umumnya
tidak memiliki klorofil
3.
Memiliki
ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5
mikron.
4.
Memiliki
bentuk tubuh yang beraneka ragam
5.
Hidup
bebas atau parasit
6.
Yang
hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut
dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
1.2.
Tujuan praktikum
1.
Mampu
mengidentifikasi bakteri yang menyerang pada ikan beserta organ targetnya
2.
Mengetahui
teknik isolasi bertingkat.
II.
METODOLOGI
2.1.
Waktu Pelaksanaan
Hari
/ tanggal : Kamis, 29 Desember 2011
Waktu : 08.00 – 10.30 Wita
Tempat : Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan
2.2.
Alat dan Bahan
Alat
:
v Bunsen
v Talenan
v Objek
glass
v Gegep
v Ose
v Microskop
Bahan
:
v Ikan
mas
v Kapas
atau tissue
v Media
PCA
v Kristal
violet
v Lugol
v Alcohol
v Sapranin
v Aquades
2.3.
Prosedur Kerja
Ø Menyediakan
ikan lalu mengidentifikasi ikan beserta organ targetnya
Ø Membedah
ikan pada bagian ginjal kemudian dikultur pada media PCA
Ø Adapun
cara mengkultur :
·
Mensterilkan meja, peralatan dan tangan
dengan alcohol
·
Menyalakan bunsen lalu bedah ikan sesuai
dengan organ targetnya
·
Mengambil ose kemudian diaseptis lalu
ditusukkan kebagain organ target
·
Goreskan pada media PCA, inkubasi pada
suhu 30OC selama 24 jam dengan metode kwadran.
·
Adapun metode kwadran yaitu :
Ø Pilih
koloni yang terpisaØ Amati
pengamatan koloni mengenai :
-
Bentuk
-
Elevasi
-
Warna
-
Tepian
Ø Melakukan
isolasi untuk mengidentifikasi jenis bakteri
Ø Cara
isolasi :
·
Pilih koloni yang terpisah pada media
PCA
·
Nyalakan Bunsen lalu pijarkan ose,
diamkan beberapa detik
·
Mengambil koloni terpisah pada media PCA
dengan ose kemudian goreskan pada media PCA yang baru diamkan selama 24 jam,
amati perkembangannya
Ø Apabila
dalam pengamatan masih terlihat koloni bakteri yang berbeda maka melakukan
isolasi kembali pada media miring
Ø Isolasi
pada media miring
·
Pilih koloni yang terpisah pada media
PCA
·
Nyalakan Bunsen lalu pijarkan ose,
diamkan beberapa detik
·
Mengambil koloni terpisah pada media PCA
dengan ose kemudian goreskan pada media miring, diamkan selama 24 jam, amati
perkembangannya.
Ø Mengidentifikasi
jenis bakteri dalam praktikum ini dilakukan dengan cara biomolekuler yaitu
dengan melihat reaksi gram + atau – dan memperhatikan bentuk sel, type, dan
penggandaan sel. Ada 2 metode dalam biomolekuler yaitu uji KOH 3 % dan
Pewarnaan gram
-
UJI KOH 3%
-
PEWARNAAN GRAM
·
Tuang kristal violet pada objek glass,
homogenkan selama 1 menit selanjutnya bilas dengan air mengalir sampai semua
zat warna hilang, sisa air yang tergenang serap dengan tissue.
·
Tetesi dengan larutan lugol, homogenkan
selama 1 menit selanjutnya bilas dengan air mengalir sampai semua zat warna
hilang, sisa air yang tergenang serap dengan tissue
·
Rendam objek glass pada larutan alcohol
selama 15 detik, bilas dengan air mengalir kemudian sisa air serap dengan
tissue
·
Tetesi dengan larutan sapranin,
homogenkan selama 1 menit selanjutnya bilas dengan air mengalir sampai semua
zat warna hilang, sisa air yang tergenang serap dengan tissue
·
Amati objek glass dibawah microskop
dengan pembesaran 100, beri minyak
imersi kemudian teteskan pada objek glass.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.
Hasil
Tabel 1. Hasil dari pengamatan
pengkulturan bakteri Streptococcus
sp.
NO
|
BENTUK PENGAMATAN
|
HASIL
|
1.
|
Bentuk
|
Bulat
|
2.
|
Tipe
penggandengan
|
Haploid
|
3.
|
Warna
|
Ungu
|
3.2. Pembahasan
Dalam pengamatan
ini adapun bakteri yang kami temukan yaitu Streptococcus
sp. Untuk mengidentifikasi bakteri
langkah yang perlu dilakukan yaitu pengkulturan pada media PCA, karena
ukurannya kecil dan tidak bisa dilihat
dengan mata telanjang. Metode yang digunakan dalam pengkulturan di Media PCA
adalah metode kwadran, metode kwadran yaitu membagi media menjadi beberapa
bagian supaya mempermudah untuk menggores.
Dalam mengidentifikasi bakteri dikenal istilah
isolasi bertingkat, isolasi bertingkat adalah kegiatan mengkultur pada media
PCA kemudian dilanjutkan untuk diisolasi, apabila dalam isolasi terdapat koloni
yang berbeda dilakukan isolasi pada media miring.
Untuk mengetahui apakah bakteri tersebut (+) atau
(-) maka dilakukan pewarnaan gram sebagai lanjutan kegiatan identifikasi.
Adapun tujuan dari pewarnaan tersebut untuk Kristal violet sebagai pemberi zat
warna utama pada bakteri, Larutan Lugol sebagai menyerap tambahan, alcohol
sebagai pemucatan supaya lebih mudah mengamati, sapranin sebagai zat warna
pembanding. Setelah dilakukan
pewarnaan gram lalu dilakukan pengamatan dibawah mikroskop. Hasil yang didapat
yaitu gram positif karena selnya berwarna ungu.
Bentuk sel bakteri
yaitu bulat (kokus) dan tipe penggandengan selnya tunggal (haploid). Salah satu bakteri yang menyerang pada ikan yaitu bakteri Streptococcus
sp. merupakan
bakteri gram positif, Bakteri
gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Koloni
bakteri ini berwarna ungu, kecil,
bulat, dan tipe penggandengan haploid.
Ikan-ikan yang telah terkontaminasi bakteri ini dapat ditandai dengan
melihat ciri-ciri sebagai berikut :
· Lesi terjadi
secara subkutan dengan pembengkakan sehingga menyebabkan ulcerative dermatitis
(furunculosis).
· Pembengkakan
biasanya menjadi luka terbuka berisi nanah, darah, dan jaringan yang rusak di
tengah luka tersebut terbentuk cekungan (bentuknya seperti kaldera).
· Pada
serangan akuttanda-tanda yang menyeluruh mungkin tidak tampak.
· Hemorhagi
pada dasar sirip dan dan sirip dorsal geripis.
· Mata
menonjol (eksopthalmia).
· Warna tubuh
menjadi lebih gelap.
Setelah melihat ciri-ciri tersebut,sebaiknya ikan yang memiliki ciri itu
segara diangkat dan diberi penanganan atau dimusnahkan bila telah pada keadaan
yang parah. Ini dilakukan agar ikan-ikan yang lain tidak terkontaminasi dan
ikut sakit. Namun itu adalah cara penanganan bila ikan telah terkontaminasi
bakteri dan sakit. Selain itu, ada cara untuk pengendalian penyakit
sebelum penyakit itu menyerang ikan. Caranya adalah sebagai berikut :
1.
Pelaksanaan
budidaya yang baik
2.
Penggunaan
hewan yang secara genetis resisten terhadap penyakit
3.
Kecukupan
pakan, jika perlu digunakan pula pakan tambahan
4.
Penggunaan
vaksin
5.
Penggunaan
imunostimulan non-spesifik
6.
Penggunaan
senyawa-senyawa antimikroba
7.
Penanganan
air
8.
Mengisolasi
hewan yang terinfeksi
9.
Penggunaan
probiotik atau control biologis
Jika cara pengendalian penyakit ini telah dilakukan dengan baik, maka
kemungkinan ikan akan terkontaminasi dengan bakteri yang menyebabkan penyakit
dapat ditekan. Namun dari cara-cara di atas, aspek yang paling penting adalah
kecukupan pakan dan penanganan air. Jika kualitas air sudah baik dan pakan
cukup, maka ikan akan sehat dan dapat resisten terhadap penyakit.
IV. KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1.
Kesimpulan
Ikan yang telah terserang bakteri
diisolasi untuk diamati jenis bakteri apa yang menyerang ikan tersebut. Setelah
pengkulturan bakteri dengan organ target tertentu, maka akan diadakan
klasifikasi untuk mengetahui lebih jelas bakteri yang menyerang ikan tersebut.
Setelah itu, diadakan pengobatan untuk menyembuhkan ikan tersebut di media
isolasi.
4.2.
Saran
Kegiatan identifikasi dilaboratorium harus dalam keadaan steril, higenies, dan hati – hati dalam mengisolasi jangan
sampai media PCA terluka