LAPORAN PRKATIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR
MATA
KULIAH : FISIOLOGI HEWAN
AIR
MODUL : 4. PERNAPASAN
DOSEN : MULYATI,
S.Pi.,M.Si
TEKNISI : GUSTI, A.Md.Pi
Oleh
FIRDAUS
1024 345
XXIII
JURUSAN BUDIDAYA PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI
PANGKAJENE
DAN KEPULAUAN
2011/2012
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ikan
membutuhkan oksigen untuk proses penguraian makanan dalam tubuhnaya dan kesemua
komponen proses metabolisme membutuhkan oksigen oleh karna itu termasuk
bakteri, prposes masuknya oksigen dengan cara difusi kedalam tubuh ikan
melewati organ insang dan keluarnya CO2 ke
lingkungan perairan bebas diluar tubuh
ikan di sebut dengan pernapasan.oleh karna itu kebutuhan oksigen dalam air
harus tetap terjaga karena kekurangan oksigen akan mengakibatkan biota yang
kita pelihara bersaing satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan oksigennya yang
mengakibatkan stres sampai dengan kematian total.
Menurut Julian (2003), konsumsi oksigen
merupakan pengkuantitatifan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh suatu
orgnisme (ikan). Konsumsi oksigen pada ikan digunakan sebagai parameter laju
metabolisme pada ikan dalam satuan mg/g/jam. Metode yangdigunakan untuk
mengetahui kadar oksigen terlarut untuk mengetahui KO2 pada ikan nila putih adalah metode Winkler. Metode Winkler
digunakan dengan cara titrasi larutan air yangmengandung oksigen. Menurut
Lagler (1997), semakin besar kadar oksigen terlarut semakin besar pula konsumsi
oksigennya. Prinsip metode Winkler yaitu jika air mengandung oksigenterlarut,
Mn(OH2) bereaksi dan dioksidasi menjadi H2MnO3.
Lingkungan juga mempengaruhi konsumsi
oksigen pada ikan. Konsumsi oksigen dapat dipengaruhi
oleh temperatur yang tinggi, proses respirasi, dekomposisi materil organic yangdapat
menyebabkan konsumsi oksigen lebih besar (Welch, 1992). Menurut Suhaili (1983) suhu dan arus air juga mempengaruhi
konsumsi oksigen. Semakin tinggi suhu perairansemakin besar konsumsi
oksigennya, begitu pula dengan arus yang deras dapat menyebabkan besarnya
konsumsi oksigen.
1.2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan nila besar dan
ikan nila kecil.
II. METODOLOGI
2.1. Waktu dan Tempat
Praktek laboratorium ini dilaksanakan pada hari Rabu
pukul 14.00
Wita sampai selesai, bulan Januari 2012 di Laboratorium Biologi Jurusan
Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian
Negeri Pangkep, Desa Mandalle, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan
2.2. Metode Pelaksanaan
a. Alat b.
Bahan
· Wadah/toples
2 buah -Ikan Nila ukuran kecil dan besar
masing-masing
· DO
meter 10 : 5 ekor
· Testkit -
Air tawar
· Timbangan
Digital -
Almunium Voil
2.3. Prosedur Kerja:
v Siapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan
v Kemudian
masukkan air tawar pada masing-masing wadah yang telah dibersihkan dan
disterilisasi
v Lakukan
pengukuran O2 dan CO2 awal pada masing-masing media.
v Setelah
itu, timbang berat biomassa ikan, kemudian dimasukkan kedalam wadah yang telah
disiapkan.
v Wadah/toples
ditutup rapat dengan almunium voil agar tidak terkontaminasi dengan lingkungan
luar.
v ikan
yang telah dimasukkan dalam wadah, dibiarkan selama 24 jam sebelum dilakukan
pengukuran kembali.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Berikut adalah tabel hasil pengamatan dan pengukuran
dari praktikum yang telah kami lakukan.
Tabel 1. Pengukuran parameter awal.
|
No
|
Organisme
Pengamatan
|
Parameter
|
||
|
Berat
Biomassa
|
Kandungan
Oksigen
|
Kandungan CO2
|
||
|
1
|
Ikan Nila (ukuran
besar)
|
83,68 gram
|
3,40 ppm
|
32,5
|
|
2
|
Ikan Nila (ukuran
kecil)
|
10,31 gram
|
3.43 ppm
|
30
|
Tabel 2. Pengukuran parameter akhir.
|
No
|
Organisme
Pengamatan
|
Parameter
|
||
|
Berat
Biomassa
|
Kandungan
Oksigen
|
Kandungan CO2
|
||
|
1
|
Ikan Nila (ukuran
besar)
|
51,02 gram
|
0,7 ppm
|
5
|
|
2
|
Ikan Nila (ukuran
kecil)
|
9,7 gram
|
5,8 ppm
|
25
|
1. Perhitungan
konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan besar :
o
Konsumsi O2 =

= 
= 
= 0,082 mg/jam
o
Produksi
CO2 = CO2 akhir – CO2 awal
=
5 – 32,5
=
-27,5 ppm
2.
Perhitungan
konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan kecil :
o
Konsumsi O2 =

= 
=

= -3,88 mg/jam
o
Produksi
CO2 = CO2 akhir – CO2 awal
=
25 - 30
=
-5 ppm
3.2. Pembahasan
Nila merupakan
salah satu komoditas penting budi daya perikanan tawar di Indonesia. Nila
dimasukan kedalam jenis Tilapi Nilotika
atau ikan dari golongan Tilapi yang
tidak mengerami telur dan larva di dalam mulut induknya oleh sebab itu ikan
nila mulai ukuran larva sudah mulai mengonsumsi oksigen.namun setelah mengalami
beberapa perjalanan dan para pakar menemukan
beberapa jenis ikan nila yang mengrami anaknya dalam mulut salah satunya Sarothedon Niloticus berikut ini
klasifikasi ikan nila.
Filum :
Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas :
Pisces
Sub
kelas : Acanthopterigii
Ordo :
Perchlidae
Familia : Ciclidae
Genus :
Oreochromis niloticus
Praktikum
kali ini dilakukan untuk mengetahui besarnya konsumsi oksigen pada ikan. Ikan
yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah ikan nila putih. Ikan nila putih
merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih
danwarna putih. Oksigen merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan
metabolisme ikan. Perairan yang sedikit mengandung oksigen terlarut tidak baik
bagi pertumbuhan ikan karena akan mempengaruhi kecepatan makan atau laju
metabolisme ikan(Asmawi, 1983). Oksigen diperlukan ikan dalam proses
metabolisme aerobik.
Lingkungan juga mempengaruhi konsumsi
oksigen pada ikan. Konsumsi oksigen dapat dipengaruhi
oleh temperatur yang tinggi, proses respirasi, dekomposisi materil organic
yangdapat menyebabkan konsumsi oksigen lebih besar (Welch, 1992). Menurut
Suhaili (1983) suhu dan arus
air juga mempengaruhi konsumsi oksigen. Semakin tinggi suhu perairansemakin
besar konsumsi oksigennya, begitu pula dengan arus yang deras dapat menyebabkan
besarnya konsumsi oksigen.
Berdasarkan hasil praktikum
yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa ikan yang besar bobot
dan volume tubuh ikan maka semakin
kecil konsumsi oksigen yang digunakan untuk melakukan metabolisme. Sedangkan ikan yang kecil dengan bobot dan volume tubuh ikan makan
semakin besar konsumsi oksigen yang digunakan.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Konsumsi oksigen
dan produksi karbondioksida dipengaruhi oleh Umur,
dan bobot tubuh ikan. Semakin tua suatu organisme laju metabolisme (kebutuhan
oksigen) semakin rendah. Semakin kecil organisme semakin banyak oksigen yang dibutuhkan,
Aktivitas, semakin aktif organisme maka kebutuhan oksigen
akan semakin meningkat.
4.2. Saran
Untuk memenuhi
kebutuhan oksigen dalam air seorang pembudidaya harus dapat mengetahui
kebutuhan oksigen pada organisme yang dipeliharanya sesuai dengan umur serta
bobot ikan dengan sering melakukan kontroling lapangan baik dengan pengukuran
Do meter maupun sampling organisme serta mengunakan rumus ketentuan tetap
kebutuhan oksigen.