Kamis, 15 Maret 2012

LAPORAN FISOLOGI HEWAN AIR


LAPORAN PRKATIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR

MATA KULIAH : FISIOLOGI HEWAN AIR
MODUL       : 4. PERNAPASAN
DOSEN        : MULYATI, S.Pi.,M.Si
TEKNISI       : GUSTI, A.Md.Pi




 


Oleh

FIRDAUS
1024 345
XXIII


JURUSAN BUDIDAYA PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKAJENE
DAN KEPULAUAN
2011/2012

I.       PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ikan membutuhkan oksigen untuk proses penguraian makanan dalam tubuhnaya dan kesemua komponen proses metabolisme membutuhkan oksigen oleh karna itu termasuk bakteri, prposes masuknya oksigen dengan cara difusi kedalam tubuh ikan melewati organ insang dan keluarnya CO2 ke lingkungan  perairan bebas diluar tubuh ikan di sebut dengan pernapasan.oleh karna itu kebutuhan oksigen dalam air harus tetap terjaga karena kekurangan oksigen akan mengakibatkan biota yang kita pelihara bersaing satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan oksigennya yang mengakibatkan stres sampai dengan kematian total.
Menurut Julian (2003), konsumsi oksigen merupakan pengkuantitatifan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh suatu orgnisme (ikan). Konsumsi oksigen pada ikan digunakan sebagai parameter laju metabolisme pada ikan dalam satuan mg/g/jam. Metode yangdigunakan untuk mengetahui kadar oksigen terlarut untuk mengetahui KO2 pada ikan nila putih adalah metode Winkler. Metode Winkler digunakan dengan cara titrasi larutan air yangmengandung oksigen. Menurut Lagler (1997), semakin besar kadar oksigen terlarut semakin besar pula konsumsi oksigennya. Prinsip metode Winkler yaitu jika air mengandung oksigenterlarut, Mn(OH2) bereaksi dan dioksidasi menjadi H2MnO3.
Lingkungan juga mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan. Konsumsi oksigen dapat dipengaruhi oleh temperatur yang tinggi, proses respirasi, dekomposisi materil organic yangdapat menyebabkan konsumsi oksigen lebih besar (Welch, 1992). Menurut Suhaili (1983) suhu dan arus air juga mempengaruhi konsumsi oksigen. Semakin tinggi suhu perairansemakin besar konsumsi oksigennya, begitu pula dengan arus yang deras dapat menyebabkan besarnya konsumsi oksigen.
1.2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan  nila besar dan ikan nila kecil.
II.    METODOLOGI
2.1. Waktu dan Tempat
Praktek laboratorium ini dilaksanakan pada hari Rabu pukul 14.00 Wita sampai selesai, bulan Januari 2012 di Laboratorium Biologi Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Desa Mandalle, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan

2.2. Metode Pelaksanaan
a.       Alat                                                     b. Bahan
·      Wadah/toples 2 buah                           -Ikan Nila ukuran kecil dan besar masing-masing
·      DO meter                                              10 : 5 ekor
·      Testkit                                                 - Air tawar
·      Timbangan Digital                               - Almunium Voil

2.3. Prosedur Kerja:
v   Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
v   Kemudian masukkan air tawar pada masing-masing wadah yang telah dibersihkan dan disterilisasi
v   Lakukan pengukuran O2 dan CO2 awal pada masing-masing media.
v   Setelah itu, timbang berat biomassa ikan, kemudian dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.
v   Wadah/toples ditutup rapat dengan almunium voil agar tidak terkontaminasi dengan lingkungan luar.
v   ikan yang telah dimasukkan dalam wadah, dibiarkan selama 24 jam sebelum dilakukan pengukuran kembali.





III.      HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Berikut adalah tabel hasil pengamatan dan pengukuran dari praktikum yang telah kami lakukan.
Tabel 1. Pengukuran parameter awal.
No
Organisme Pengamatan
Parameter
Berat Biomassa
Kandungan Oksigen
Kandungan CO2
1
Ikan Nila (ukuran besar)
83,68 gram
3,40 ppm
32,5
2
Ikan Nila (ukuran kecil)
10,31 gram
3.43 ppm
30

Tabel 2. Pengukuran parameter akhir.
No
Organisme Pengamatan
Parameter
Berat Biomassa
Kandungan Oksigen
Kandungan CO2
1
Ikan Nila (ukuran besar)
51,02 gram
0,7 ppm
5
2
Ikan Nila (ukuran kecil)
9,7 gram
5,8 ppm
25

1.      Perhitungan konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan besar :
o   Konsumsi O2            =
                                                            =
                                                            =
                                                            = 0,082 mg/jam
o   Produksi CO2       = CO2 akhir – CO2 awal
= 5 – 32,5
= -27,5 ppm

2.      Perhitungan konsumsi oksigen dan produksi CO2 ikan kecil :
o   Konsumsi O2            =
                                          =
                                          =
                                                            = -3,88 mg/jam
o   Produksi CO2       = CO2 akhir – CO2 awal
= 25 - 30
= -5 ppm

3.2. Pembahasan
Nila merupakan salah satu komoditas penting budi daya perikanan tawar di Indonesia. Nila dimasukan kedalam jenis Tilapi Nilotika atau ikan dari golongan Tilapi yang tidak mengerami telur dan larva di dalam mulut induknya oleh sebab itu ikan nila mulai ukuran larva sudah mulai mengonsumsi oksigen.namun setelah mengalami beberapa perjalanan  dan para pakar menemukan beberapa jenis ikan nila yang mengrami anaknya dalam mulut salah satunya Sarothedon Niloticus berikut ini klasifikasi ikan nila.
            Filum              :  Chordata
            Subfilum        :  Vertebrata
            Kelas              :  Pisces
            Sub kelas       :  Acanthopterigii
            Ordo              :  Perchlidae
            Familia           : Ciclidae
            Genus            :  Oreochromis niloticus

            Praktikum kali ini dilakukan untuk mengetahui besarnya konsumsi oksigen pada ikan. Ikan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah ikan nila putih. Ikan nila putih merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih danwarna putih. Oksigen merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan metabolisme ikan. Perairan yang sedikit mengandung oksigen terlarut tidak baik bagi pertumbuhan ikan karena akan mempengaruhi kecepatan makan atau laju metabolisme ikan(Asmawi, 1983). Oksigen diperlukan ikan dalam proses metabolisme aerobik.
Lingkungan juga mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan. Konsumsi oksigen dapat dipengaruhi oleh temperatur yang tinggi, proses respirasi, dekomposisi materil organic yangdapat menyebabkan konsumsi oksigen lebih besar (Welch, 1992). Menurut Suhaili (1983) suhu dan arus air juga mempengaruhi konsumsi oksigen. Semakin tinggi suhu perairansemakin besar konsumsi oksigennya, begitu pula dengan arus yang deras dapat menyebabkan besarnya konsumsi oksigen.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa ikan yang besar bobot dan volume tubuh ikan maka semakin kecil konsumsi oksigen yang digunakan untuk melakukan metabolisme. Sedangkan ikan yang kecil dengan bobot dan volume tubuh ikan makan semakin besar konsumsi oksigen yang digunakan.









IV.   PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Konsumsi oksigen dan produksi karbondioksida dipengaruhi oleh  Umur, dan bobot tubuh ikan. Semakin tua suatu organisme laju metabolisme (kebutuhan oksigen) semakin rendah. Semakin kecil organisme semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, Aktivitas, semakin aktif organisme maka kebutuhan oksigen akan semakin meningkat.
4.2. Saran
Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam air seorang pembudidaya harus dapat mengetahui kebutuhan oksigen pada organisme yang dipeliharanya sesuai dengan umur serta bobot ikan dengan sering melakukan kontroling lapangan baik dengan pengukuran Do meter maupun sampling organisme serta mengunakan rumus ketentuan tetap kebutuhan oksigen.

1 komentar: